Pentingnya Sertifikat SMK3 Bagi Perusahaan Kontraktor

Saat ini ada banyak sekali proyek pembangunan yang dilakukan di berbagai daerah di indonesia. Proyek-proyek pembangunan ini memperkerjakan banyak sekali tenaga kerja padat karya. Seringkali kita melihat bahwa proyek-proyek ini mempunyai resiko yang sangat tinggi dalam pengerjaannya.

Hal itu dikarenakan para pekerja konstruksi bekerja di sekitar alat berat dan juga seringkali harus berada di ketinggian. Oleh karena itu seringkali menjadi pertanyaan bagi masyarakat apakah para pekerja konstruksi ini mempunyai jaminan keselamatan dalam melakukan pekerjaannya. Apakah mereka dibekali dengan cukup pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut dengan cara yang aman.

Hal itu dikarenakan seringkali kita melihat para pekerja yang bekerja di lokasi konstruksi mengabaikan penggunaan peralatan keamanan. Beberapa diantara mereka beranggapan bahwa peralatan keamanan akan menghambat pergerakan mereka. Hal inilah yang seringkali menjadi pertimbangan pemerintah dalam melakukan kerjasama dengan pihak-pihak kontraktor swasta.

Banyak di antara pihak kontraktor ini yang belum menyadari pentingnya untuk memberlakukan dengan tegas standar operasional keamanan. Oleh karena itu saat ini pemerintahannya bekerjasama dengan kontraktor kontraktor yang mengantongi sertifikat SMK3. SMK3 adalah singkatan dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Yang tidak mempunyai sertifikat SMK3 akan kesulitan mendapatkan tender dari pemerintah. Beberapa bahkan mungkin saja akan mendapatkan sanksi bila ketahuan melakukan proyek yang mempunyai resiko tinggi namun tidak dilengkapi dengan sertifikat ini. Adapun perusahaan-perusahaan yang wajib mendaftarkan diri dalam sertifikat SMK3 adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai resiko tinggi bagi pekerjanya.

Sebut saja perusahaan seperti konstruksi, pertambangan mineral, pertambangan minyak dan gas, kelistrikan, dan berbagai pekerjaan lainnya yang beresiko tinggi. Hal ini untuk memastikan bahwa pekerja mempunyai pengetahuan yang memadai tentang keselamatan dan juga memastikan agar pekerja mempunyai jaminan kesehatan yang mengcover semua biaya jika terjadi kecelakaan.

Banyak perusahaan yang menganggap ini sebagai sesuatu yang merepotkan namun sebenarnya sistem ini dibuat justru untuk kebaikan perusahaan. Karena jikalau ada pekerja yang mengalami kecelakaan maka menurut undang-undang perusahaan harus memberikan ganti rugi kepada pekerja yang menjadi korban.

Hal itu berarti perusahaan juga mungkin akan kehilangan tenaga kerja yang sudah berpengalaman dan harus mencari penggantinya. Jadi sistem perlindungan ketenagakerjaan ini memang sudah di wajibkan bagi perusahaan-perusahaan yang berada di industri yang beresiko tinggi. Bagi mereka yang ingin mendapatkan sertifikat SMK3 ini bisa mendaftarkan perusahaannya ke lembaga audit SMK3.

Lembaga audit SMK3 ini akan mengadakan jadwal untuk mengunjungi perusahaan tersebut dan melakukan beberapa survei. Jika perusahaan tersebut lulus hasil survei maka perusahaan tersebut bisa mendapatkan sertifikat SMK3. Sertifikat SMK3 ini juga mempunyai batas waktu berlaku selama 3 tahun yang nantinya akan perlu diperpanjang untuk proses pengawasan.